dia tertunduk sembari menahan isak tangis
dia tak mendengar lagu lain dari mereka yang tak bernada tinggi
dia menngerayangi tembok dan berbisik kepada tembok "aku ingin berdiri!"
di depan pejaman matanya telah tersedia jutaan pecahan kaca
dan didepan pecahan kaca itu,telah ada sepasang sayap putih yang tak berkawan
tak terdengar notasi lain,selain notasi klok,klok,klok pertanda detik-detik yang telah berlalu
tak ada angin yang dia rasakan,
kecuali angin panasa yang dihembuskan dari para malaikat yang berotak cadas
tubuhnya lunglai tak bernyawa
nafasnya tak beraturan disaat yang terlintas di hatinya hanya keraguan dari sebuah jawaban
namun sesaat kemudian dia berjalan merangkak dan menapaki aspal panas
setapak demi setapak
dia merangkak dengan pasti diatas aspal panas menguap yang bertebaran pecahan kaca
bibir tebungkam
mata terpejam
menahan perih darah hitam kekuning-kuningan yang keluar dari pori-pori tubuh cekingnya
sempat terlintas di benaknya untuk menyerah dan kembali ke tempat semula dia mendengar lagu-lagu yang bernada tinggi
namun tanpa dia sadari
ujung jarinya menyentuh "sayap putih"
yang sinar kemilau putihnya mampu dengan perlahan menyilaukan dan membuka matanya
dan disaat itu pula dia mampu berdiri dengan penuh percaya diri
dan menunjukkan bahwa dia manusia yang berharga diri
dan dengan ditemani sang sayap
kini dia mampu berjalan dan menyusuri jalanan tanpa ragu!
Rabu, 26 Mei 2010
nanah guru
Diposting oleh akudansampah di 00.59
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar